ABOUT ME

Bumi Angling Darma itulah tempat dimana aku dilahirkan, tepatnya lagi di Desa Prambatan RT 01 RW 01 Balen Bojonegoro. Ayah bundaku memberiku nama yang sangat perfect, walaupun tak se-keren nama-nama yang lain tapi memiliki makna yang indah sekali, KHOLILLUR ROCHMAN itulah namaku, nama yang aku sandang sejak 13 Februari 1993 hingga sekarang.
Dilihat dari kata perkata, kata pertama berasal dari kata KHOLIL yang bermakna “kekasih“, dan kata kedua berasal dari salah satu asmaul husna yaitu AR-RAHMAN yang maknanya “Yang Maha Pengasih“, jadi kalau dijadikan satu nama aku maknanya Kekasih Yang Maha Pengasih, indah kan…???.
Nama adalah suatu do’a, walaupun nama aku agak mbibet tapi ada sapaan yang sangat aneh sekali dan jauh dari nama asliku. Aku tak mengerti apa maknanya tapi sapaan itu kerap aku dengar dan bahkan orang-orang tak tahu nama asliku tapi malah kenal nama sapaan itu.
I-YUNG, sapaan beraliran Korea ini bermula dari nama sapaan khusus keluarga besarku yaitu IRUR, tapi berhubung keluarga besar aku banyak yang sudah lanjut usia dan banyak dari beliau-beliau itu yang pe’lo ( bilang R jadi L ), jadi sapaan IRUR itu mereingkarnasi menjadi I-YUNG, aneh dan nggak nyambung kan..??.
I-YUNG, sapaan yang akrab diucapkan oleh shohib-shohib aku dan seluruh masyarakat di desaku. Aku tak marah ataupun jengkel dengan sapaan itu, bahkan aku menganggap itu sebagai gelarku, semenjak berumur beberapa tahun aku sudah mendapat gelar itu sampai aku lulus dari pendidikan dasarku, tapi dengan bergulirnya waktu yang tak kan pernah berhenti, gelar itu mulai hilang karena aku menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang berada jauh dari desaku.
KHOLIL, bagian dari nama asliku dan sapan itu juga yang aku kenalkan pada shohib-shohibku di sekolah yang berada jauh dari desaku, tapi ada beberapa shohibku yang menyapaku dengan gelar yang aku sandang di desaku, dan itupun kedengaran sangat aneh dan lucuuuu sekali.
Aku menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk menyongsong kehidupan yang kelak akan lebih baik, di dunia maupun di akhirat, amien, dan aku bercita-cita meneruskan perjuangan ayahku, yaitu jihad dijalan Allah, aku harus bisa lebih baik dari ayahku, do’ain za…!.
Aku ngak tahu harus nulis apa lagi tentang diriku, dan inilah kalimat terakhir yang menjadi motifasiku,
“ jadi susah itu sangat mudah tapi ngerasa susah itu tak mudah dan keinginan itu akan mudah tercapai jika kewajiban telah terlewati “.
Juli 13, 2008 at 6:19 am
Selamat berkarya.
Tulisan-tulisanmu akan membentukmu menjadi manusia yang hebat!